Gubernur NTB Gelar Panen Padi Varietas Inpari-13

Gubernur NTB diwakili Sekda Provinsi NTB, H. Muhammad Nur, SH, MH, Senin (5/3) lalu, menggelar acara panen padi varietas unggul baru Inpari–13 dan temu wicara dengan petani di kawasan eks PTP. Kapas Puyung, kecamatan Jonggat, kabupaten Lombok Tengah.
Hadir Ketua DPRD Loteng, H. Muhammad Yusuf Saleh, S.H dan Sekda Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Supardan, M.M serta Pejabat terkait Provinsi NTB maupun Pemda Lombok Tengah. Sebelum acara dan dialog, dilakukan terlebih dahulu panen raya padi Inpari-13 oleh Sekda Provinsi, Sekda Loteng, Ketua DPRD Loteng, Kepala Dinas Pertanian provinsi dan Kepala BPPT NTB. Selain itu, Sekda Provinsi dan Sekda Loteng diberikan kesempatan mencoba mesin panen modern dengan menerapkan teknologi pertanian.
Kepala Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB, Dr. Ir. Dwi Praptomo dalam laporannya mengatakan kegiatan merupakan tindak lanjut dari gelar teknologi Pertanian pada hari Pangan se-dunia bulan Oktober tahun 2011 lalu di eks PTP Puyung. Kegiatan berkerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bismillah, kelurahan Renteng, Kecamatan Praya, Loteng.
Menurutnya, varietas padi unggul Inpari -13 mampu menghasilkan dua kali lipat dari benih yang lain. Sebelumnya, dalam satu hektar produksi padi petani hanya menghasilkan 5 ton padi per hektar akan tetapi semenjak digelarnya teknologi ini, produksi padi meningkat tajam menjadi 8 hingga 10 ton per hektar dengan menggunakan padi varietas unggul baru Inpari-13. Oleh karena itu, teknologi Pertanian tersebut harus tetap dipertahankan dan diterapkan oleh petani.
Sementara itu, Bupati Loteng yang diwakili Sekda Lombok Tengah, Drs.H. Lalu Supardan, M.M dalam sambutannya mengatakan, Program pembangunan Kabupaten Lombok Tengah telah menempatkan sektor Pertanian disamping ektor Pariwisata sebagai lokomotif pembangunan ekonomi daerah. Hal ini tentunya didasarkan pada pertimbangan atas potensi yang dimiliki, terutama potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia.
Menyadari kondisi ini, ujarnya, berbagai strategi telah dan akan terus diupayakan untuk memantapkan sekaligus meningkatkan peran sektor ini dalam mengakselerasikan gerak pembangunan ekonomi Lombok Tengah. Dukungan dan kerja keras masyarakat serta semua pihak dalam mendukung upaya tersebut paling tidak telah membawa hasil positif bagi peningkatan produksi beberapa komoditas pertanian di Kabupaten Lombok Tengah. “Komoditas padi misalnya, telah menempatkan kabupaten ini sebagai salah satu lumbung pangan nasional bersama kabupaten lain di NTB. Status ini didukung oleh kenyataan bahwa produksi padi Lombok Tengah setiap tahunnya terus mengalami surplus,” ujarnya.
Untuk diketahui, sambung H. Lalu Supardan, Kabupaten Lombok Tengah dengan luas wilayah 120.839 hektar, merupakan kabupaten yang memiliki potensi Pertanian yang potensial di NTB. Hal ini dapat dilihat dari luas sawah mencapai 54.562 hektar yang merupakan jumlah lahan sawah terluas dibandingkan dengan 10 kabupaten/kota lainnya di NTB. “Potensi ini telah menjadikan sektor Pertanian sebagai prioritas pembangunan daerah, yang didukung oleh lebih dari 75 persen penduduknya bekerja pada sektor ini. Maka tidak berlebihan jika kabupaten ini dijadikan sebagai sentra produksi pangan di NTB,” ujarnya lagi. Menurutnya, realisasi tanam padi pada tahun 2011 seluas 95.077 ha atau 119 persen dari rencana tanam seluas 79.251 ha, realisasi tanam padi untuk tahun yang sama melebihi target karena kondisi curah hujan yang sangat mendukung. Sedangkan realisasi panen untuk tahun 2011 adalah seluas 90.323 ha sehingga mendapatkan produksi sebesar 455.679 ton gabah kering giling (Gkg) atau sebesar 107,81 persen dari target produksi sebesar 422.658 ton GKG. “Bila dibandingkan dengan tahun 2010, katanya, realisasi tanam seluas 82.196 ha maka terjadi peningkatan sebesar 115,67 persen dari realisasi tanam 2011 seluas 95.077 ha. Begitu juga halnya dengan produksi, terjadi peningkatan dari 374.091 ton gkg tahun 2010 menjadi 455.679 ton Gkg tahun 2011 atau sebesar 121 persen,” katanya.
Perkembangan yang menggembirakan ini, ujarnya, tentunya merupakan prestasi semua pihak terutama para petani di Kabupaten Lombok Tengah bersama semua pihak yang terkai. Termasuk pula dengan banyaknya program pemerintah pusat yang digelontorkan di Kabupaten Lombok Tengah, seperti bantuan langsung benih unggul (BLBU) yang secara signifikan telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi dan produktifitas tanaman pangan, khususnya padi.
Di samping itu, Program Perluasan Lahan dan Air (PLA) telah berdampak pula pada peningkatan Indek Pertanaman (IP), bertambah dan berkembangnya infrakstruktur Pertanian berupa jalan usaha tani, jaringan irigasi tingkat usaha tani, pembangunan embung-embung, konservasi lahan-lahan kering, telah mendukung upaya kabupaten ini sebagai salah satu daerah lumbung pangan yang berkelanjutan.
Ketersediaan benih unggul bermutu di Kabupaten Lombok Tengah, tegas Sekda, semakin memperkokoh tingkat ketahanan pangan wilayah karena daerah-daerah irigasi yang sangat luas akan tertanami benih bermutu sehingga tingkat produktivitas akan semakin meningkat. “Kewajiban kami
selaku Pemerintah daerah adalah terus meningkatkan infrastruktur pendukung terutama perbaikan saluran-saluran irigasi dan pembukaan jalan usaha tani. Benih unggul yang kita panen raya pada hari ini adalah benih unggul baru yaitu inpari – 13. Varietas unggul ini, seragam pertumbuhannya dan umurnya lebih genjah dari varietas-varietas lain. Varietas padi inpari – 13 ini sudah terbukti ampuh tahan terhadap hama wereng namun demikian, keberhasilan panen juga sangat dipengaruhi oleh
faktor perilaku para petani sendiri,” ujarnya.
Dikatakan juga oleh Sekda Loteng bahwa padi varietas Inpari – 13 ini merupakan sebuah inovasi dalam rangka meningkatkan produksi beras. Sebab dari waktu ke waktu kebutuhan akan beras baik di tingkat lokal maupun nasional terus meningkat. Varietas Inpari – 13 ini dapat menghasilkan produksi 8 ton per hektare. “Untuk itulah, saya mengajak para petani untuk menanam padi varietas Inpari – 13 dalam meningkatkan produksi dan produktivitas beras di Kabupaten Lombok Tengah,” katanya.
Kepada semua pihak, terutama aparat pertanian dan para petani, Sekda berharap agar benar-benar memanfaatkan momen ini sebagai media pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan bagi pengembangan berbagai komoditas pertanian terutama padi di daerah ini.
Sehingga pada akhirnya akan dapat menjadikan komoditas ini sebagai salah satu komoditas andalan yang layak diperhitungkan dalam peningkatan pendapatan dan perekonomian masyarakat kabupaten Lombok Tengah.
Sekda Provinsi NTB, H.Muhammad Nur mengatakan Pemerintah provinsi dalam 5 tahun telah sepakat untuk membangun NTB yang beriman dan berdaya saing. Untuk itu, manusianya, Gapoktannya, varietasnya, dan modalnya harus unggul. Dia mengatakan ada 3 pilar yang harus
bersinergi dalam mewujudkan produktifitas padi tersebut yakni petani, pemerintah dan pengusaha. “Ketiga pilar ini memiliki peran masing-masing dimana petani sebagai pelaksana dari teknologi itu.
Pemerintah sebagai fasilitator dan penguatan modal dan pengusaha sebagai selaku buyer atau pembeli, ketiganya ini harus saling menguntungkan” jelasnya.
Dia menambahkan sosialisasi terhadap penerapan teknologi kepada petani harus terus dilakukan oleh semua pihak, tidak hanya pemerintah, petani maupun pengusaha akan tetapi semua stake holder juga harus ikut mensosialisasikannya kepada petani. “Segala kekuatan yang ada kita
siarkan dan sosialisasikan kepada petani betapa pentingnya menggunakan varietas yang unggul. Tanpa itu, kita tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: